susirahayu99.blogspot.com ~ PJJ Kelas 5 Hari Jum'at Tanggal 18 September 2026
1. Mata Pelajaran Matematika
Bacalah artikel berkaitan dengan kekongruenan Bangun datar di bawah ini
Kekongruenan Bangun Datar
A. Apa Itu Kekongruenan?
Pernahkah kalian membandingkan
dua buah ubin, dua lembar kertas, atau dua potong kue yang bentuknya sama
persis? Nah, dalam matematika, dua bangun datar yang memiliki bentuk dan ukuran
yang sama persis disebut kongruen.
Definisi:
Dua bangun datar dikatakan
kongruen apabila kedua bangun tersebut, jika dihimpitkan, akan saling menutupi
dengan tepat (sama persis), baik bentuk maupun ukurannya.
Lambang kongruen adalah
"≅"
Contoh: Bangun A ≅ Bangun B
(dibaca: Bangun A kongruen dengan Bangun B)
B. Ciri-Ciri Dua Bangun yang Kongruen
Dua bangun datar dikatakan
kongruen jika memenuhi syarat berikut:
1.
Bentuknya sama
2.
Ukurannya sama (panjang sisi-sisi yang bersesuaian
sama)
3.
Besar sudut yang bersesuaian sama
4.
Jika salah satu bangun diputar, dibalik, atau digeser,
bangun tersebut akan tepat menutupi bangun yang lain.
C. Contoh Benda di Sekitar yang Kongruen
•
Dua keping uang logam dengan nilai yang sama
•
Ubin lantai yang berbentuk persegi dengan ukuran sama
•
Dua lembar buku tulis yang sama mereknya
•
Dua potong roti tawar dari satu bungkus yang sama
•
Kartu remi dengan ukuran yang sama
D. Cara Memeriksa Kekongruenan
Untuk memastikan dua bangun
kongruen, kita bisa melakukan beberapa cara berikut:
1.
Menghimpitkan langsung kedua bangun (menjiplak salah
satu bangun, lalu ditumpuk dengan bangun lainnya).
2.
Mengukur panjang sisi-sisi yang bersesuaian menggunakan
penggaris. Jika semua sisi yang bersesuaian sama panjang, maka kedua bangun
kongruen.
3.
Mengukur besar sudut yang bersesuaian menggunakan busur
derajat.
E. Perbedaan Kongruen dan Sebangun
Agar tidak keliru, perhatikan
perbedaan berikut:
|
Kongruen |
Sebangun |
|
Bentuk sama, ukuran sama persis |
Bentuk sama, ukuran bisa berbeda (diperbesar/diperkecil) |
|
Jika dihimpitkan akan menutup sempurna |
Jika dihimpitkan belum tentu menutup sempurna |
|
Contoh: dua persegi dengan sisi 5 cm |
Contoh: foto 4x6 dan foto yang sama diperbesar menjadi
8x12 |
Catatan: Untuk kelas 5, fokus utama pembelajaran
adalah pada konsep kekongruenan sederhana pada bangun datar.
F. Contoh Soal dan Pembahasan
Contoh 1:
Perhatikan dua persegi panjang
berikut. Persegi panjang A memiliki panjang 8 cm dan lebar 4 cm. Persegi
panjang B memiliki panjang 8 cm dan lebar 4 cm. Apakah kedua bangun tersebut
kongruen?
Jawaban: Ya, kongruen. Karena
panjang dan lebar kedua persegi panjang tersebut sama persis.
Contoh 2:
Segitiga P memiliki sisi 3 cm, 4
cm, dan 5 cm. Segitiga Q memiliki sisi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm. Apakah kedua
segitiga tersebut kongruen?
Jawaban: Tidak kongruen, karena meskipun bentuknya sama (sebangun), ukurannya berbeda (segitiga Q dua kali lebih besar dari segitiga P).
Setalah membaca Artikel di atas silahkan kerjakan latihan DISINI
2. Mata Pelajaran IPAS
Bacalah materi di bawah ini
Jika kalian memerhatikan jaring-jaring makanan, sadarkah kalian bahwa hewan dan manusia sangat bergantung pada tumbuhan sebagai sumber energi? Ada yang bergantung secara langsung, seperti hewan herbivora dan manusia, ada pula yang secara tidak langsung, seperti hewan-hewan karnivora.
Tumbuhan mendapatkan energi dari cahaya matahari. Energi yang dihasilkan pada proses fotosintesis digunakan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berbuah. Sisa energi yang masih tersimpan dalam tumbuhan akan diambil oleh hewan yang memakannya. Dengan demikian, hewan tersebut akan mendapatkan energi untuk tumbuh, bergerak, dan berkembang biak. Selanjutnya, sisa energi yang masih tersimpan akan diambil lagi oleh konsumen 2, dan seterusnya.
Energi ini akan terus ditransfer antarmakhluk hidup sampai kembali lagi ke tumbuhan dalam bentuk humus di tanah. Para saintis memperkirakan setiap makhluk hidup menggunakan 90% energinya untuk beraktivitas dan menyimpan sisanya sebanyak 10% dalam tubuhnya.
Selanjutnya silahkan kerjakan latihan disini
Posting Komentar