PJJ Selasa, 13 Oktober 2026
1. Bahasa Indonesia
Bacalah artikel di bawah ini
Berikut contoh cerita dari Ola.
Hai!
Namaku Ola.
Aku suka berkebun sayur dan
menanam bunga.
Aku menyukainya karena berkebun itu
menyenangkan.
Aku belajar berkebun dari bunda. Kami menanam banyak sekali tanaman
sayur dan bunga. Ada bayam, kangkung, selada, tomat, dan cabai. Kami juga
menanam tanaman hias seperti lili, kaktus, dan aglonema.
Kami bergantian menyiram tanaman di sore hari.
Setiap akhir pekan, kami akan di kebun untuk menata, memberi pupuk, atau
menata kebun.
Tanaman harus dapat cukup air, pupuk, dan sinar matahari agar dapat tumbuh
dengan baik. Banyaknya tergantung dari jenis tanamannya.
Berkebun memiliki banyak manfaat. Kita menjadi lebih bugar karena
beraktivitas. Tanaman juga menyediakan oksigen bagi kita dan membuat rumah
kita lebih sejuk dan asri. Tanaman sayur dapat dipanen untuk dimasak di rumah.
Mari berkebun!
Kemudian silakan kerjakan latihan di SINI
2. Pendidikan Pancasila
C. Macam-Macam Norma dan Aturan di Masyarakat
1. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan merupakan aturan yang bersumber dari hati nurani manusia. Norma kesusilaan membuat kita dapat membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Dengan begitu, kita akan berupaya berbuat baik dan menghindari perbuatan yang buruk. Pelanggaran terhadap norma kesusilaan dapat menimbulkan perasaan:
* Bersalah
* Gelisah
* Malu
* Takut
* Menyesal
Untuk menghindari akibat-akibat tersebut, kita harus selalu berbuat baik kepada siapa saja dan di mana saja.Di samping teks terdapat ilustrasi komik pendek: Anak laki-laki: "Uangmu jatuh, Bayu." (Contoh penerapan sikap jujur yang bersumber dari hati nurani).
2. Norma Kesopanan (Norma Adat)
Norma kesopanan merupakan norma yang bersumber pada aturan pergaulan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari, kita bertemu dengan orang lain. Contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan sehari-hari:
* Ketika bertemu: Kita sebaiknya menyapa.
* Ketika berjalan melewati orang lain: Kita sebaiknya mengucapkan kata permisi.
* Jika berbicara dengan orang yang lebih tua: Rendahkanlah suara kita.
* Ketika berbicara dengan teman yang seusia pun: Kita sebaiknya tetap bertutur kata yang baik dan sopan.
Menerapkan sikap-sikap tersebut menunjukkan bahwa kita merupakan anak yang sopan. Anak yang sopan adalah anak yang berbicara dan berperilaku sesuai dengan norma kesopanan.
Norma kesopanan juga bersumber dari adat (kebiasaan) masyarakat setempat, sehingga disebut sebagai norma adat.
Adat di setiap daerah berbeda-beda. Norma kesopanan yang berlaku di setiap daerah juga dapat berbeda-beda. Norma kesopanan suatu daerah harus ditaati oleh masyarakat dan orang dari luar daerah yang mengunjungi daerah tersebut.
Ketika mengunjungi daerah lain, kita harus menghormati norma kesopanan yang berlaku di daerah tersebut. Walaupun norma kesopanan di daerah tersebut berbeda dengan di daerah asal kita, kita tetap harus mematuhinya. Hal ini sesuai dengan peribahasa "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung."
Norma kesopanan dibuat agar tercipta pergaulan yang santun sehingga masyarakat hidup rukun dan damai. Masyarakat setempat akan tersinggung apabila ada orang dari luar daerah yang tidak mau mematuhi norma adat mereka.
Kita tentu tidak ingin menciptakan perselisihan atau pertengkaran dengan masyarakat daerah yang kita kunjungi. Oleh karena itu, carilah informasi tentang norma adat yang berlaku di daerah yang akan kita kunjungi. Dengan begitu, kita dapat mematuhinya dengan baik.
Setelah membaca silahkan kerjakan latihan di SINI

Posting Komentar